| Tuesday, March 25, 2008 |
| Wanita Dijajah Pria Sejak Dulu... Kala |
Ternyata masih ada lho jaman gini ukuran perempuan yang direkuitasi di satu perusahaan telekomunikasi terkemuka karena penampilan fisiknya. Perbatasan antara level jabatan yang berdampak pada jenjang karir seseorang dibatasi dengan berapa perbandingan berat badan seseorang dengan tingginya. Gwe jadi bingung, sebenernya gw masuk didunia telekom ato pramugari yach!?
Yang begitulah, prolog diatas, itu emang kisah nyata gw. Disatu pagi, di satu sudut kota jakarta yang hectic tiap paginya, gw bertaruh undian, mengadu nasib. Mengikuti satu undangan wawancara, yang di adakan satu perusahaan telekomunikasi terkemuka. Job titlenya simple: Coverage Devepolment Supervisor.
Waktu lihat requirement yang dibutuhkan, memang tidak disebutkan satu fakultas tertentu. Yang diminta cukup yang related. Bahkan nggak ada tuh, Major understanding of something. Cuma dikasih tau, Key roles responsibility. Secara garis besar gw tau kl yang diminta sekitar coverage, market, kapasitas, dan optimisasi coverage based on sales.
Tapi gak gw sangka, sejauh itu arti sebuah penampilan fisik. Sedari awal interview, dia attracted dengan tools2 yang gw ceritain fungsinya, dan keahlian2 gw lain, seperti web design, autoCAD, visio dan lain2.
Tapi mana gw nyangka diakhir diskusi, setelah gw tanya, "jobdesk supervise sampai sejauh mana?". Dan secara implisit, penampilan religius gw jg jadi momok buat menjadi seorang supervise.
Karena, gw bergeming waktu ditanya, "bersedia hanya sebagai staff?", si interviewer hanya menyarankan agar gw mikir lagi, dengan kesediaan gw. Gmn gak bergeming, jelas dengan posisi staf dioperator telco "tanpa disebutkan namanya" ini, gw bertaruh dengan salary yang mulai dari bawah lagi, selain dari jenjang karir dari nol lagi. :(( Plus... jangan lupa, bahwa departemen baru ini, pasti butuh effort besar untuk start.
Pastinya gw harus bergeming untuk berpikir jernih.
Sempet sih gw, sedih. Bukan karena gw gagal (walau gw gak ditolak, hanya turun jd staff saja). Cm, segitukan harga gw sebagai perempuan, yang hendak direkruit disini hanya sebagai pengindah pemandangan...!? So, what happen with my jilbab!? What happen with my skill [gaya: cinca laura]. Gak ada tuh jilbab penghalang kreasi, dia hanya membatasi gender seorang muslimah. Selainnya tidak.
Well.. isi kepala gw masih punya nilai.. gw mundur dari tawaran ini aja..
Bismillah... |
posted by Mioel @ 3:29 PM  |
|
|
|